Baiklah. Aku terpaksa mengundurkan memoriku lebih jauh ketika aku mengenal laki-laki bernama Satrio.
Aku masih kuliah di semester tujuh waktu itu. Tahun-tahun terakhir karena semester selanjutnya aku sudah bisa mempersiapkan skripsiku.
Hari itu, aku sedang menunggu bus 510 yg akan membawaku ke Kampung Rambutan. Tiba-tiba seorang laki-laki menghampiriku.
"Satrio."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar